Pages

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Acara TV Jepang Yang Membuat Nostalgia

Sabtu, 11 Oktober 2014

Moshi Moshi XD


Apakabar Kalian semua? ^^ semoga kalian dalam kondisi sehat wal afiat dan selalu diberikan kesehatan ya oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dikesempatan yang mulia ini saya akan memposting tentang “Acara TV Jepang yang Membuat Nostalgia”. Kalo diliat dari judulnya sih saya bakal membawa kalian flashback ke masa lalu kalian. Mau Tau apa saja acara apa aja yang bikin kalian nostalgia? Mari simak berikut ini :

1   
   1. BENTENG TAKESHI

Hayoo, siapa sih yang gak tahu sama acara ini? Takeshi's Castle (alias Benteng Takeshi) adalah sebuah Acara Permainan Realitas asal Jepang yang disiarkan dari tahun 1986 sampai 1989 di Tokyo Broadcasting System. Acara ini juga masuk ke berbagai negara di dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Filipina, dan Indonesia.
Di Indonesia acara ini disiarkan di TPI ( Sekarang MNC TV ) sejak Februari 2002 lalu. Jam tayangnya adalah pukul 15.00 WIB/16.00 WITA/17.00 WIT. Dan sekarang oleh pihak TPI diputar ulang setiap hari Minggu pukul 08.30 WIB/09.30 WITA/10.30 WIT sejak 2003. dan pada Tahun 2013 Benteng Takeshi Ditayangkan kembali di Global TV Sejak 3 Agustus 2013 dan Jam Tayangnya adalah pukul 13.00 WIB/14.00 WITA/15.00 WIT Setiap Hari Senin sampai Jumat.

Permainan Benteng Takeshi mempunyai beberapa permainan yaitu Jamur terbang, Lompat Galah, Dinding Pembatas ( Itu Lho yang kalo mau naik harus lari karena dindinyan curam dan licin ) dan masih banyak lagi. Dan yang gak akan terlupakan yaitu sumur maut dan Final Show Down yaitu tempur pake tembakan air sama Raja Benteng Takeshi.





2. MASQUERADE

Nah mulai flashback lagi kan? Masih inget gak sama acara yang satu ini? Yap! Namanya “kasou Taishou” atau yang lebih dikenal dengan nama “Masquerade”.  Acara ini mempertunjukkan tentang adu kreativitas Orang Jepang yang menunjukkan hal hal unik. Masih inget kan nama Pembawa Acaranya si Kinchan XD Kasou Taishou ini sebenarnya sebuah ajang klasik, yang sudah di perlombakan di jepang sana dari tahun 1979. kompetesi amatir ini menampilkan lomba sandiwara pendek yang dilakukan oleh para pengikut ajang ini, dimana dalam satu tim itu terdiri dari beberapa orang. biasanya di lakukan dengan pakaian hitam dan menampilkan 'spesial efek' dengan cara mereka, dan tentu saja dinilai oleh para juri. setelah menampilkan atraksi dari satu kelompok, biasanya para juri memberikan nilai, dari satu hingga angka 20. tim yang berhasil meraih angka 20 mendapatkan juara, sedangkan tim tim yang berhasil di atas 15 mendapatkan medali penghargaan.
Karena beberapa hari ini secara tidak sengaja saya menonton kembali acara lama ini di situs youtube, dan ternyata masih sanggat menarik untuk selalu di ikuti. dan mungkin yang fenomenal dari peserta adalah, tim tenis MATRIX Style yang sempat membuat orang orang berdecak kagum. Dulu sih ditayangin tiap hari minggu jam 11 di RCTI kemudian dipindahan Siarannya ke TPI ( Sekarang MNC TV )




 

3. NINJA WARRIOR
MAKOTO NAGANO
Kalo nonton acara ini berasa pengen ngikut berpartisipasi, mengkhayal jadi ninja, dan yang lainnya XD Acara “Ninja Warrior”. Ninja Warrior adalah program acara tv yang bertemakan game show yang terdiri dari 2 turnamen, yaitu turnamen pria dan turnamen wanita. Acara ini di produksi oleh Sasuke TV, sebuah stasiun tv swasta di jepang. Konsep acara ini sendiri adalah menyajikan beberapa tantangan bagi 100 peserta yang mengikutinya. Pesertanya tidak hanya orang jepang saja, tapi juga datang dari berbagai negara.Ninja Warrior terdiri dari 4 babak, setiap babak terdiri dari beberapa tantangan yang berbeda-beda. Babak terakhir adalah babak final dan merupakan babak paling sulit, sangat sedikit peserta yang bisa sampai ke babak final ini.
Masih Inget banget saya sama orang yang susah payah menyelesaikan Rintangan ini, Tapi Akhirnya dia Bisa Menang. Namanya “Makoto Nagano”.



4.      TV Champions
Kalo Nonton ini ane selalu kagum, kalo ditanya kenapa karena disini terlihat banget orang jepang itu orangnya tekun, ulet, dan gak main main sama pekerjaannya. Acara TV Champion ini adalah Acara TV yang berisi perlombaan perlombaan ( Challenge ) baik itu Memasak, Menyusun Sesuatu atau yang lainnya. Kadang Kalo Nonton Acara ini pas Bagian Episode Membuat kue, ngeliatnya jadi ngiler sendiri XD Alhamdulillah setelah sekian lama hilang acara ini ada lagi di MNC TV ( Dulunya TPI ) setiap jam 16.00WIB

Nah itulah Ulasan tentang Acara TV Jepang yang bikin Nostalgia? Kalo baca beginian berasa tua deh XD

Terima Kasih sudah mau berkunjung ^^

Jaa Mata Naa~
Read more ...

WEABOO ITU APA SIH?

Jumat, 26 September 2014
WEABOO ITU APA SIH?

Moshi Moshi xD


Apakabar nih kalian? Semoga pada sehat bal afiat ya Aamiin. Masuk ke SMK membuat saya semakin sibuk akan tugas sekolah, maklum Kurikulum 2013 hehe ^^v tapi saya tetap semangat kok mengisi blog ini. Nah, di kesempatan kali ini saya akan membahas tentang “WEABOO”. Istilah ini selalu berada di fikiran saya ketika saya sering nimbrung di Forum atau Grup Anime di Facebook .

“Dasar Weaboo”

Nah itulah lontaran kata salah satu member di grup. Rasa keingintahuan Lah yang membawa saya ke topik ini, dan saya mencari cari tentang apa arti ‘Weaboo’ itu, dan bagaimana sifat ‘Weaboo’ itu. Dan inilah yang saya dapatkan tentang Weaboo setelah blogwalking :



Pengertian Wapanese adalah seseorang yang cenderung bertingkah laku seakan-akan mereka tinggal di Jepang, meskipun mereka bukan warga negara Jepang dan tidak tinggal di Jepang; mereka berharap mereka terlahir dan hidup di Jepang.
Ungkapan weaboo atau wapanese memiliki suatu kesamaan dimana ungkapan ini ditujukan kepada mereka yang terobsesi dengan budaya Jepang, tidak hanya terbatas pada anime, manga, atau game; tetapi lebih ke budayanya atau yang mereka anggap ‘sangat Jepang’ atau sesuatu yang membuat mereka seakan-akan mereka berada di Jepang, sekalipun kenyataannya mereka BUKANLAH di Jepang. Weaboo atau wapanese dianggap ‘retarded’ atau terbelakang karena mereka dianggap kurang menghargai budaya bangsa dan negaranya sendiri (untuk yang sudah tingkat parah).
Berikut ini adalah ciri-ciri weaboo atau wapanese yang sering ditemukan di Indonesia:
(1) Cenderung mengubah namanya (baik nama panggilan maupun nama di situs-situs social networking, forum, dan sebagainya) dengan nama-nama yang bernuansa Jepang (biasanya nama dari tokoh favoritnya), atau kalau perlu lengkap dengan kanji/hiragana/katakananya; pengubahan nama ini pun tidak hanya secara parsial namun secara keseluruhan. Contohnya misalkan nama aslinya sesuai KTP adalah Dwi Ayu Anggraini, biasa dipanggil Ayu, ia terobsesi dengan anime/manga, lalu ia mengubah namanya menjadi Hoshino Hinamori. Kecuali kalau namanya Ayu Hinamori, atau Ayu ‘Hinamori’ Anggraini, setidaknya dia masih mencantumkan nama pemberian orang tuanya. Perubahan nama mereka ini cenderung cukup mengganggu (terutama dalam social networking seperti facebook) karena cenderung menyulitkan orang lain untuk mencarinya kecuali teman-teman satu minat yang sering bersamanya, apalagi jika namanya sering berubah-ubah. Penggunaan partikel -chan, -kun, -san, dan sebagainya masih bisa ditoleransi.
(2) Profile photo, terutama dalam social networking seperti facebook biasanya menggunakan tokoh anime/manga, aktor/aktris Jepang, atau orang Jepang yang lagi cosplay, nyaris tidak ada foto asli. Kalaupun menggunakan foto asli, biasanya diedit biar terasa nuansa Jepangnya misalnya dihias dengan tulisan Jepang atau bagian jerawatnya ditutupi dengan bunga sakura, misalnya.
(3) Suka atau sering mengikuti acara cosplay (costume playing), dan biasanya kostum yang dipakai adalah yang berkaitan dengan budaya Jepang, misalnya yang Cewe menggunakan yukata, kimono, gothic lolita, seifuku (seragam sekolah untuk Cewe), dan sebagainya; untuk yang Cowo biasanya cosplay menggunakan pakaian seperti yang dipakai oleh personil band-band Jepang. Umumnya rambut mereka pun ikut diwarnai; padahal banyak juga tokoh anime, manga, game, atau aktris/aktor Jepang yang berambut hitam, sama seperti warna rambut orang Indonesia pada umumnya dan tidak perlu diwarnai.
(4) Menyukai lagu-lagu bernuansa Jepang, diatas 90% bahkan cenderung tidak menyukai atau membenci lagu dari negeri sendiri; kecuali dari band negeri sendiri yang bernuansa J-pop atau J-rock seperti J-rocks. Lagu western pun kurang disukai. Playlist lagu mereka dipenuhi dengan lagu-lagu Jepang, kalau video dipenuhi oleh video klip lagu-lagu Jepang dan video live band/musisi Jepang favorit mereka.
(5) Terobsesi ingin belajar bahasa Jepang, berharap mereka bisa tinggal di Jepang dan lancar berbahasa Jepang dengan orang sana. Perlu diketahui bahwa belajar bahasa Jepang itu tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan orang Jepang sendiri masih ada yang ambigu (karena ada beberapa kosakata Jepang yang sama pengucapannya tetapi beda huruf kanji dan maknanya), dan masih banyak orang Jepang yang kurang bisa membaca kanji. Apalagi weaboo/wapanese? Kadang bangga dengan Engrish (Englishnya orang Jepang).
(6) Untuk mereka yang membuat manga atau illust dengan nuansa anime, chara (tokohnya) dinamai dengan nama-nama Jepang. Latarnya pun dibuar se-Jepang mungkin, misalkan dengan bunga sakura, memakai kimono/yukata, atau rumahnya seperti rumah orang Jepang. Jarang sekali kita lihat chara yang anime-ish dengan menggunakan batik, memakai nama orang Indonesia, atau dengan latar yang menggambarkan kehidupan di Indonesia sebenarnya. Kalaupun membuat manga dan ingin dipublish, pengarangnya menggunakan pseudonym (nama samaran) dengan nama-nama yang bernuansa Jepang dan tidak menggunakan nama asli. Kalaupun menggunakan pseudonym bukan nama yang bernuansa Indonesia.
(7) Dalam berbicara atau chatting, termasuk wall to wall di facebook, cenderung menyelipkan bahasa-bahasa Jepang, seperti baka, arigatou, gomennasai, konnichiwa, sayonara, desu, dan sebagainya. Tidak semua orang mengerti bahasa-bahasa seperti itu, kecuali kalau dengan temannya yang sehobi atau satu minat.
(8) Weaboo atau wapanese seringkali diidentikkan dengan anime, manga, atau game; tetapi sebenarnya pernyataan itu kurang begitu benar, mengingat intensitas menonton anime, membaca manga, dan bermain game (game dari Jepang seperti Final Fantasy series atau Persona series) mereka lebih identik dengan budaya Jepang, baik budaya secara tradisional maupun kontemporernya. Mereka yang identik dengan anime, manga, atau game cenderung lebih tepat disebut otaku, hikkikomori (untuk yang jarang keluar rumah), bahkan nijikon (untuk yang terobsesi dengan Cewe/Cowo anime/manga/game). Sementara weaboo/wapanese umumnya lebih identik dengan J-music, dorama, tokusatsu, film action Jepang, dan budaya Jepang secara umum seperti bunkasai, bon odori, matsuri, dan sebagainya.
(9) Cenderung bangga dengan barang-barang asli dari Jepang. Kalaupun ada toko yang menjual barang-barang asli dari Jepang, mereka cenderung berbelanja di situ. Baik berupa makanan, figure, peralatan rumah, perabotan dapur, pakaian, dan sebagainya. Untuk beberapa benda yang khusus dijual di Jepang, seperti CD music, figure, book, hingga barang-barang limited edition pun mereka sampai membelinya dengan pre-order internet atau menitip kenalan yang pergi ke Jepang atau orang Jepang sendiri; tidak peduli semahal apapun harganya atau serumit apapun bahasa yang digunakan ‘bahasa planet’.
(10) Untuk makanan dan minuman, mereka cenderung membeli makanan/minuman khas Jepang, seperti sushi, donburi, ramen, ocha, takoyaki, okonomiyaki, dan sebagainya; termasuk makanan ringan seperti Pocky, senbei, atau minumannya Pocari Sweat.
(11) Wapanese atau weaboo biasanya merupakan anggota yang fanatik atau yang paling niat dalam grup-grup tertentu, grup yang berkaitan dengan japan lovers atau cosplay khususnya. Grup semacam ini memang belakangan menjamur, baik di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah orang yang minat dengan hal-hal yang berbau Jepang.
(12) Cowo weaboo/wapanese cenderung terobsesi menjadi bishonen, dimana rambut gondrong model harajuku dan full make-up khas personil Jepang.
(13) Untuk mereka yang hobi bermusik atau ngeband, biasanya membawakan lagu-lagu Jepang; jarang sekali terlihat membawakan lagu-lagu Indonesia atau Western. Nama band, grup, atau stage name mereka menggunakan nama-nama yang bernuansa Jepang, bahkan tidak jarang yang cenderung meniru bahkan plagiat grup/musisi Jepang tertentu.
(14) Mereka berharap tinggal di sana karena mereka menganggap bahwa di Jepang itu serba ada dan serba enak, minimal melanjutkan sekolah di sana, dimana mereka yang pernah ke Jepang cenderung dikagumi oleh teman-teman satu minatnya. Padahal kalau kita sering menjelajah internet atau forum, atau sering membaca artikel tertentu tentang pengalaman hidup di Jepang, hidup di sana tidak seindah dan tidak semudah yang dibayangkan, gaji di sana boleh relatif lebih besar dan dianggap lebih ‘layak’ daripada di Indonesia, tetapi hal itu seimbang dengan biaya hidup mereka di sana yang relatif besar. Belum juga termasuk perilaku masyarakat Jepang yang katanya relatif sibuk dan unfriendl, terlepas dari obsesi-obsesi mereka yang gila tetapi unik dalam teknologi dan inovasinya.
(15) Berharap dapat berpasangan dengan Cowo/Cewe Jepang (atau yang penampilannya tipikal oriental, tidak harus terbatas Jepang saja tetapi Korea, China, dan Taiwan juga bisa) yang menurut mereka tampan, keren, dan stylish, kalaupun dari dalam negeri menginginkan sosok Cowo/Cewe yang penampilannya seperti itu atau sesama ‘Japan lover’.
(16) Kamar mereka penuh dengan benda-benda yang berbau Jepang, misalkan ornamen-ornamen yang berkaitan dengan budaya Jepang, poster artis/aktor/band/penyanyi Jepang, action figure (anime/manga/game/tokusatsu), pakaian cosplay, boneka Jepang, dan sebagainya.
Ungkapan weaboo atau wapanese sendiri merupakan ungkapan negatif, dimana mereka dianggap retarded, faggot, dan sebagainya. Namun walaupun begitu setiap orang memang mempunyai hak untuk menyukai sesuatu serta bebas berekspresi. Oleh karena itu ungkapan weaboo atau wapanese mempunyai batasan tertentu, jadi bukan berarti mereka yang menyukai anime/manga/game, suka cosplay, suka budaya Jepang, dan sebagainya itu dapat dengan mudahnya disebut weaboo/wapanese.
Batasan seseorang disebut weaboo/wapanese antara lain:
(1) Kurang menghargai budaya dan negara sendiri. Misalnya menganggap budaya Indonesia itu sampah, tidak ada yang bagus serta berharap terlahir dan tinggal di Jepang. Atau sama sekali tidak menyukai lagu Indonesia karena generalisasi terhadap budaya Indonesia secara asal-asalan.
(2) Kurang menghargai nama, identitas asli, dan penampilan sendiri. Misalnya membenci nama sendiri dan berharap orang tuanya memberinya nama-nama Jepang.
(3) ‘Memalsukan’ profile di facebook atau social networking lainnya, dibuat se-Jepang mungkin dan seakan-akan dia adalah orang Jepang, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Padahal orang Jepang sendiri jarang yang menggunakan facebook dan ber-social networking.
(4) Mengabaikan kewajibannya sebagai pelajar atau mahasiswa untuk proyek yang berkaitan dengan obsesinya. Misalnya rela bolos sekolah untuk membuat kostum untuk cosplay atau rela mengabaikan kuliahnya untuk sibuk dengan band j-pop atau j-rocknya.
(5) ‘Ngambek’ kalau tidak mempunyai barang-barang yang berkaitan dengan Jepang; termasuk mereka yang tidak mau makan kalau makanannnya bukan masakan Jepang. Misalnya sampai mengurung diri di kamar karena tidak punya yukata atau rela tidak makan seharian karena makanannya bukan masakan Jepang seperti sushi, okonomiyaki, dan sebagainya.
(6) Menganggap bahwa Jepang adalah negara terbaik sedunia, sehingga berharap terlahir di Jepang dan menjadi orang Jepang, tinggal di Jepang, serta mempunyai pasangan orang Jepang.
(7) Cowo yang terobsesi ingin menjadi bishonen (Cowo cantik), bahkan mungkin ada yang sampai menjadi yaoi (baik hanya becanda maupun beneran)
(8) Memakai kostum cosplay bukan pada tempatnya, misalnya memakai jaket Persona 4 waktu acara perwalian atau cosplay di kampus sewaktu ada acara reuni angkatan senior (kalau ingin mengambil gambar kan ada acara cosplay atau gathering khusus)
(9) Tidak ada keinginan untuk memajukan bangsa sendiri.

Nah itulah penjelasan dan apa itu “Weaboo” yang sebenarnya, kita boleh sih suka dan cinta terhadap budaya Jepang. Tapi jangan terlalu berlebihan yaJ Karena yang berlebihan itu tidak baik

Terima Kasih ya sudah mau mampir dan stay di Blog ini


Jaa Mata Naa~ (Sampai Berjumpa Lagi)
Read more ...

All About Wotageishi

Jumat, 19 September 2014

Moshi Moshi Minna xD

Apa kabar nih Kalian semua?

Semoga kalian tetap sehat sentosa dan juga selalu diberikan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa ya ;)
kali ini saya ingin mengulas mengenai Seni "Wotagei".  Banyak banget orang bertanya "Apa sih Wotagei itu?" atau "Darimana sih Wotagei itu?"
nah kali ini saya bakal bahas dan ulas berdasarkan Pengalaman dan hasil BlogWalking saya :)

APA SIH WOTAGEI ITU?

Wotagei (ヲタげい) atau otagei (オタ芸, オタげい) adalah sorakan atau gerakan tari khas yang dilakukan oleh penggemar ketika menonton konser-konser idola Jepang. Wotagei adalah bentuk memberikan dukungan dalam acara-acara yang dilangsungkan oleh idola atau seiyu. Kata wotagei atau otagei merupakan singkatan dari aidoru [w]otaku no gei (gei berarti seni).
Memberikan dukungan kepada penyanyi idola di panggung dengan cara bersorak bersama sesuai dengan irama lagu sudah dilakukan pada tahun 1970-an atau 1980-an oleh barisan penggemar setia para idola yang disebut shin-ei tai (親衛隊 barisan pengawa). Memasuki abad ke-21, beberapa gerakan ditambah sehingga menjadi bermacam-macam dan dikenal secara luas sebagai wotagei setelah dibawakan dalam konser-konser Hello Project! serta berbagai unit idola yang tergabung di dalamnya. Dalam acara varietas Guru Guru Dokan "Atarashii Nami o Sagashite" di Fuji Television, wotagei diangkat pertama kali sebagai topik bahasan. Anggota tim sepak bola J melakukan wotagei versi Kawasaki Frontale di hadapan penonton. Mereka menyebutnya sebagai ntagei (ンタ芸) (dari kata frontale + gei) pada acara hari berterima kasih kepada penggemar tahun 2007. Setelah diliput media massa, keberadaan wotagei diketahui secara luas oleh masyarakat umum di Jepang. Selain itu ada pertunjukan live yang diadakan secara khusus untuk mempertunjukkan wotagei. Meskipun demikian, wotagei juga dikecam sebagai "'Tindakan gangguan' yang dilakukan atas nama wotagei". Semuanya disebabkan sebagian penonton yang melakukan wotagei akhirnya menjadi lupa diri. Mereka tidak menghormati hak penonton lain dan datang ke konser semata-mata untuk melakukan otagei.Pendapat publik akhirnya terbagi dua, pihak penentang dan pihak pendukung wotagei sebagai cara memberi dukungan. Di beberapa konser, memberi dukungan kepada idola dengan melakukan wotagei secara keterlaluan sudah dilarang.

Macam Macam Wotagei Yaitu : 

MIX

Mix (ミックス mikkus) (Bahasa Inggris: chants) adalah sorakan beramai-ramai penonton pada konser idola, termasuk pada konser AKB48 dan grup-grup saudara kembarnya. Meskipun sering diragukan sebagai bagian dari wotagei mix termasuk salah satu dari banyak unsur wotagei. Mix sudah dikenal di kalangan wota pada akhir 1990-an, termasuk di konser Z-1 dan kemudian Hello Project. Kata-kata mix yang disorakkan seragam dan ada standarnya.
Mix disorakkan sewaktu Overture, intro (awal lagu), dan sewaktu tempo lagu melambat. Mix berakhir sebelum idola mulai menyanyi. Mix tidak dilakukan untuk lagu bertempo pelan, sedih, atau balada. Pada lagu yang dimulai secara tiba-tiba seperti "Heavy Rotation ", mix ditunda hingga interlude (bagian instrumental).
Ada beberapa variasi mix yang dikenal kalangan wota. Berikut ini adalah lirik mix standar yang sering diserukan penonton konser idola di Jepang:
"Aa... Yossha Ikuzo! Taiga, Faiya, Saiba, Faiba, Daiba, Baiba, Jya, Jya!" (あ~ よっしゃいくぞー!タイガー、ファイヤー、サイバー、ファイバー、ダイバー、バイバー、ジャージャーAaaa... Yossha Ikuzo! Tiger, Fire, Cyber, Fiber, Diver, Viber, Jya Jya!)
Aaaa... Yossha Ikuzo! ("Ayo mulai!") adalah komando untuk memulai sorakan, diikuti pelafalan bahasa Jepang untuk kata-kata Bahasa Inggris , Tiger, Fire, Cyber, Fiber, Diver, dan Viber. Alasan kata-kata tersebut dipilih juga tidak diketahui pasti.[16]
Ada pula variasi mix yang menggunakan kata-kata asli bahasa Jepang (Japanese Mix) dan mix dari Bahasa Ainu (Ainu Mix), atau campuran dari standar, Jepang, dan Ainu. Kata-kata bahasa Jepang atau bahasa Ainu yang dipakai merupakan terjemahan dari Tiger, Fire, dan seterusnya.
Berbeda dari mix standar, mix bahasa Jepang dan bahasa Ainu dimulai dengan "Aaa... mou itcho ikuzoo" (あ~~もういっちょいくぞー, Ayo mulai sekali lagi):
Mix Jepang
"Tora, Hi, Jinzou, Sen'i, Ama, Shindou, Kasentobijokyo" (虎、火、人造、繊維、海女、振動、化繊飛除去)
Mix Ainu
"Chape, Ape, Kara, Kina, Rara, Tusuke, Myoohontusuke" (チャペ、アペ、カラ、キナ、ララ、トゥスケ、ミョーホントゥスケ)
Ada berbagai penjelasan tentang asal usul mix, namun semuanya simpang siur bagaikan legenda urban. Mix seperti halnya wotagei diperkirakan berawal dari reaksi spontan atau partisipasi penonton di konser idola Jepang.Mix yang diciptakan oleh budaya idola di Jepang juga diserukan oleh penggemar JKT48 di Indonesia.

Wotagei Orthodok

Gerakan ini merupakan gerakan wotagei & Chant yang paling dasar dalam wotagei, dan wotagei ini dulu khusus untuk mengiringi IDOL saja.Gerakan yang sering dipakai dalam wotagei ini

Kecha (ケチャ): Gerakan yang berpusat pada pangkal lengan bagian bawah, mengayunkan lengan ke depan menyembah Idol di panggung.

Matrix (マトリックス): Diambil dari film Matrix dimana Neo mengelak peluru dengan melentingkan badannya kebelakang (kayang) di adegan tempat Helikopter mendarat.

Mawari (マワリ): Melompat sambil berputar di tempat yg sama sambil bertepuk tangan di atas kepala.

OAD: AKA, Over Action Dolphin. Sebuah bentuk tepuk tangan yang sangat heboh (meniru lumba-lumba).

PPPH: Pan Pa-Pan Hyu, tepuk tangan 4 ketukan dan melompat.

Romeo (ロミオ): Gerakan satu tangan diatas kepala diambil dari adegan Romeo dan Juliet, ketika Romeo menyembah mencoba meraih Juliet.

Romance (ロマンス): Gerakan menunjuk keatas secara menyamping

dari kiri – kanan – kiri – kanan – kiri – kanan – kiri – dan selanjutnya.

Rozario (ロザリオ): Membentuk salib dengan kedua tangan yang berarti membuat janji setia dengan Idol diatas panggung

 Wotagei Kontemporer

Wotagei yang satu ini merupakan Wotagei Orthodok yang telah di modifikasi sedemikian rupa ditambah gerakan yang energik, supaya gerakan yang dihasilkan rapi dan indah dilihat, ditambah dengan lightstik yang bersinar.  Wotagei ini juga dilakukan untuk mengiringi soundtrack anime, soloist dan grup band.
Gerakan dinamis di wotagei kontemporer cukup indah, sehingga banya sekali orang , jepang khususnya mempelajari gerakan ini, dan menjadi tren.
Contoh Wotagei Kontemporer (Untuk mengiringi sountrack anime, soloist dan grup band)

https://www.youtube.com/watch?v=swqSK6vP1zo

video diatas merupakan team wotagei saya yang bernama Izanagi48 Team ^^

Nah sudah menyimak kan ulasan tentang wotagei dan seluk beluknya, sebenernya masih banyak banget info tentang wotagei ini berhubungan jadwal padat saya sebagai pelajar masih menumpuk, yasudah saya akhiri sampai disini ^^ Sampai jumpa 

Jaa Mata na~ :)
Read more ...